kontraksi olahraga adalah

Wajib Tahu! 5 Jenis Kontraksi pada Ibu Hamil

Wajib Tahu! 5 Jenis Kontraksi pada Ibu Hamil

 Kontraksi merupakan salah satu penanda siapnya ibu untuk memasuki masa hamil dan masa persalinan. Agar tak salah menduga penanda ini, ibu muda perlu mengetahui berbagai jenisnya. Berikut ini akan dijelaskan jenis-jenisnya serta gejala yang terjadi!

  1. Kontraksi Dini

Merupakan penanda dini yang terjadi di usia awal kehamilan yaitu pada  trimester pertama. Hal ini normal dialami ibu pada awal kehamilan karena diakibatkan adaptasi tubuh. Tubuh akan menyesuaikan kondisi sebelum kehamilan untuk masuk ke kondisi hamil. Namun tetap harus diperhatikan karena meski terjadi secara normal, keadaan ini tidak berlangsung lama.

Segera bawa ke dokter atau penanganan medis terdekat jika kondisi ini berlangsung lama. Penanda kehamilan  dini  hanya berlangsung sebentar, hanya sekitar beberapa menit. Jika tak kunjung mereda, menandakan ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh ibu. Terlebih jika keadaan ini  dibarengi dengan keluarnya darah segar dari tubuh.

  1. Kontraksi Palsu

Penanda kehamilan jenis palsu dinamakan sebagai Braxton Hick. Kejadian ini akan jarang terjadi namun akan berulang dari waktu ke waktu. Peregangan otot rahim palsu ini, terjadi karena otot rahim sedang mempersiapkan diri untuk masa persalinan nanti. Jenis ini tidak akan berlangsung lama serta tidak akan merubah mulut rahim atau servik.

Peregangan otot rahim palsu diakibatkan oleh kelelahan karena aktivitas yang berlebihan, dehidrasi, dan kegiatan yang mengganggu kehamilan. Hal ini akan berangsur pulih jika pola hidup seperti ini diubah menjadi pola hidup lebih sehat. Gejala yang  dialami mirip seperti kram saat menstruasi dan dapat diringankan dengan berendam dalam air hangat.

  1. Kontraksi Saat Berhubungan Intim

Saat hamil, biasanya dokter kandungan akan memberikan saran untuk tidak melakukan hubungan intim hingga memasuki usia ke empat. Hal ini karena kondisi janin yang masih belum stabil di  trimester awal kehamilan. Berkebalikan dengan usia kandungan setelah delapan bulan, malah dianjurkan melakukan hubungan intim karena agar persalinan menjadi lebih mudah.

Hubungan intim tidak diperbolehkan pada usia kehamilan mudah, salah satunya karena sperma masuk ke rahim. Sperma mengandung hormon prostaglandin yang  dapat memicu peregangan pada otot rahim. Maka dari itu, dianjurkan melakukannya saat usia kandungan sudah siap memasuki persalinan dan tidak dianjurkan melakukan saat usia kandungan masih muda.

  1. Kontraksi Persalinan Prematur

Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi sebelum usia kandungan memasuki minggu ke-37. Prematur juga dapat didefinisikan sebagai persalinan yang jauh mendahului prediksi dari dokter. Peregangan otot rahim ini terjadi  pada kehamilan usia tua dan terjadi secara konsisten.

  1. Kontraksi Persalinan Sesungguhnya

Peregangan rahim yang terjadi saat memasuki proses persalinan yang sesungguhnya. Kondisi yang harus dialami pada persalinan normal ini akan mengakibatkan mulut rahim terbuka. Keadaan ini berlangsung tiga kali dalam satu waktu dan frekuensinya  akan semakin meningkat saat mendekati persalinan.

Itulah beberapa jenis kontraksi yang terjadi pada ibu hamil. Terdapat jenis lainnya yaitu inersia yang terjadi karena persalinan yang lemah dan tidak sesuai dengan fase yang  seharusnya. Banyak hal untuk meringankan gejalanya seperti rajin berolahraga yang  dikhususkan untuk ibu hamil.